CERITA 2020

Islami Kreatif Unggul

Ratih Yana Lestiana
Mahasiswa PPKn Sm.1

Bagaimana cerita 2020 mu, senyum yang terbit diwajahmu atau malah justru air mata menyelimuti setiap malammu?   Tentunya banyak yang dirasakan di tahun 2020 kemarin ya entah itu suka,duka, dan bahagia. Tahun ini adalah tahun paling sulit dan tangguh menurutku. Tangguh karena aku tetap bisa bertahan disaat aku ingin menyerah, tangguh disaat tuhan sedang menguji perjuanganku dan tangguh saat aku memilih untuk tetap berjuang untuk apa yang aku inginkan demi masa depanku.

Kita adalah apa yang sedang kamu jalani, lakukan, dan kamu pikirkan. Kita terbentuk atas bagaimana kita menjalani kehidupan kita sehari-hari, bagaimana kita menyikapi emosi yang hadir, bagaimana kita menerima keadaan tanpa harus menyalahkan siapapun dan kita adalah dimana keadaan memaksa kamu untuk tetap berdiri kokoh walaupun badai sedang menerjang dan menghantam bahkan menghancurkanmu.

Tahun ini kita bisa melewatinya bukan, mengapa tahun selanjutnya tidak ?

Pada tahun ini aku mengalami hal-hal baru yang bahkan tidak bisa aku terima dan keadaan memaksa. Tidak diterima SNMPTN dan SBMPTN, harus bekerja dan masih banyak proses-proses pendewasaan yang sebenarnya aku belum siap tetapi dipaksa oleh keadaan yang harus aku lakukan. Yah, tahun ini aku lalui dengan pandemi, keputus asaan dan harapan

Keputusasaan selalu membayangiku, mengintaiku dengan tepat sasaran, aku berdarah tetapi aku memilih mencari obat daripada harus menggelapar lemah menunggu bantuan. Pandemi ini juga memberiku pengalaman bahwa tidak semua temu itu berujung suka terkadang juga menghadirkan sengsara. Kita dijaga dan saling menjaga. Tanpa sadar kita bersatu untuk merubah keadaan untuk segera dipertemukan. Mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Apapun yang kamu jalani di tahun 2020 yang hanya dalam hitungan jam ini akan berakhir percayalah semua tidak ada yang sia-sia. Mungkin kemarin kamu belum berhasil tetapi esok kamu akan mendapatkan hadiahmu atas semua yang sudah kamu perjuangkan, dan kamu korbankan. Atas segala perasan apapun yang sudah kamu rasakan, tertatih-tatih, terseok sampai pasrah pada tangan tuhan dan semua itu wajar. Kamu sudah berjuang sejauh ini mari kita susun rencana lagi, rencana yang bisa mengguncang panggung masa depanmu, rencana yang tanpa kamu sadari sudah kamu lalui dengan baik sekali.

Tidak apa jika tahun ini menyakitkan, tetapi jangan sepenuhnya menaruh harapan pada tahun depan. Yang kamu butuhnya adalah persiapan. Ya,seperti tahun-tahun sebelumnya dipatahkan oleh harapan sampai semangat yang berkobar. Persiapan mentalmu menghadapi pasang surutnya kehidupan lebih penting daripada hasil yang akan kamu dapatkan, karena yang terpenting adalah proses dimana kamu tidak jatuh saat dijatuhkan, dimana kamu bangkit dari keterpurukan hasil hanya hadiah tambahan. Jadi,bagaimanapun keadaan menjatuhkan mentalmu harus selalu yang terdepan.

Berbicara soal pergantian tahun, aku merasa bahwa tahun berlalu begitu cepat. Saat yang kutahu hanya menonton kartun didepan televisi tertwa dengan riang gembira. Tetapi lihat dimana waktu berubah begitu cepat, cita-cita dan harapan yang dulunya hanya bayangan sekarang mampu aku realisasikan. Walaupun perubahanku lambat, setiap orang berbeda bukan?

Berbicara soal harapan ditahun depan apakah kamu masih menaruh harapan yang sama ataukah berubah haluan ? Kalau aku  untuk tahun depan  semoga aku selalu berjuang dan terus bergerak walaupun hanya berjalan pelan-pelan dan aku juga berharap itu berlaku bagi kamu. Kamu yang saat ini masih belum mencapai hasilmu, kamu yang saat ini masih terjebak dengan masalahmu atau bahkan dirimu , kamu yang saat ini sedang mencari sebuah pembuktian atau bahkan kamu yang sudah mencapai semua harapan yang kamu inginkan. Aku katakan jangan berhenti tetap berjuang untuk masa depan.

Jangan menyerah , jangan mau dipatahkan oleh keadaan, menikmati setiap emosi adalah proses pendewasaan saat kamu sedang berjuang, jika kamu lelah istirahatlah. Tidak ada yang memaksamu untuk terus berlari lagi pula ini bukan perlombaan. Pelan-pelan tapi pasti adalah kunci.